Sulit Ungkap Pencurian di Rumah Dokter


MALANG – Anggota Polsekta Sukun kesulitan mengungkap identitas pelaku pencurian di rumah dokter spesialis paru, dr Sandi Agung Sp.P. Pasalnya, pelaku sama sekali tak meninggalkan sejak. Termasuk rekaman CCTV. Setelah dilihat secara teliti, tak satupun wajah pelaku dapat terekam jelas. Namun demikian, bukan berarti petugas menyerah. Mereka tetap melakukan penyelidikan.
”Kami terus melakukan penyelidikan dan akan memeriksa sejumlah saksi. Semoga dapat membantu untuk mengungkap para pelakunya,’’ kata Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta.
Anang menjelaskan, begitu mendapat laporan  pihaknya langsung bergerak ke TKP. Anggota pun langsung melakukan penyelidikan, dengan bertanya kepada warga sekitar yang mengetahui adanya pencurian.
Tak terkecuali, korban atau pemilik rumah, kata Anang juga dimintai keterangan. Dari beberapa warga  yang dimintai keterangan, baru satu orang yang sudah menandatangani BAP. Yaitu korban Sandi Agung. 
”Anggota memang mengumpulkan bahan keterangan. Dari informasi-informasi yang diberikan ini, diharapkan dapat menemukan titik terang identitas pelaku. Termasuk keterangan dari korban, juga diperlukan, guna mengetahui jumlah kerugian dan benda apa saja yang dibawa kabur pelaku pencurian,’’ tambah Anang.
Tak terkecuali petugas keamanan di Jalan Tambora, dikatakan Anang juga akan dimintai keterangan. Tujuannya untuk memudahkan dalam mengungkap pelaku pencurian. Perlu diketahui pelaku pencurian mennyatroni rumah dokter spesialis Paru, yaitu dr Sandi Agung Sp P di kawasan Jalan Tambora, Kota Malang disatroni maling pada Jumat (27/7).
Pelaku berjumlah sekitar enam orang pencuri dengan modus berpura-pura menjadi pasien di rumah tersebut. Dalam aksinya, pelaku berhasil menggondol uang dan perhiasan milik korban. Sementara itu rumah dr Sandi Agung, di Jalan Tambora terlihat sepi.
Dua kali Malang Post mendatangi rumah tersebut, namun tak berhasil menemui sang pemilik rumah. Amin, salah satu pekerja bangunan yang berada di depan rumah korban mengatakan, sejak pagi kemarin tak terlihat ada orang keluar masuk dari rumah sang dokter. 
”Kalau ditanya ada atau tidak kami tak tahu. Tapi dari tadi yang seperti itu, gak terlihat ada orang keluar masuk,’’ ungkapnya.
Bahkan kata Amin, ada beberapa tamu datang ke rumah tersebut. Namun demikian, mereka tidak masuk, karena pemilik rumah tak kunjung membukakan pintu. Termasuk Malang Post, meski beberapa kali memencet bel,tapi tidak ada satupun anggota keluarga dari rumah tersebut keluar. 
Sementara Usman, salah satu tetangga korban juga melihat hal yang sama. Pasca kejadian pencurian, rumah dr Sandi Agung lebih banyak tertutup. Padahal, sebelum ada kejadian pencurian, rumah dokter ini kerap terbuka dan menerima pasien. ”Dari kemarin juga begitu sepi. Mungkin saja orangnya di dalam, tapi juga bisa mereka keluar, kami tidak tahu,’’ tandas Usman. (ira/jon)

Sumber : MALANG POST

Untuk menjaga keamann rumah,kantor,tempat barang berharga dan sebaginya. Jangan lupa pantau terus dengan memasang CCTV di ITSAME sekarang juga. Harga terjangkau, bergaransi dengan kualitas OK!!! yuk cek paketnya.
ITSAME menyediakan 5 paket cctv
Paket 4 Kamera CCTV One
Rp. 2.750.000,-


Paket 4 Kamera Callion
Rp 3.500.000,-


Paket 4 Kamera TVT
Rp 4.000.000,-


Paket 4 Kamera HIKVISION
Rp 4.500.000,-


Paket 4 Kamera SAMSUNG
Rp 14.000.000,-


PAKET TERSEBUT SUDAH MENDAPATKAN :


DVR 4 CHANNEL AHDTURBO 1080
2 KAMERA OUTDOOR INFRA RED
2 KAMERA INDOOR INFRA RED
KABEL COAXIAL + POWER 50 METER
HARDISK SEAGATE 320 GB
JACK BNC + DC + POWER CONNECTOR
INSTALASI + SETTING INTERNET
GARANSI 1 TAHUN (DVR + KAMERA)


Kami juga melayani pemasangan GPS Tracker dengan harga terjangkau.

ITSAME Indonesia
Jl. Abdillah, Tirtomoyo
Pakis-Malang
Telp/SMS/Whatsapp 082-234-740-808

Komentar

Postingan populer dari blog ini