Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Banyak Pejabat Malang Jadi Tersangka Korupsi, Begini Tanggapan Gus Ipul

Gambar
SURABAYA  - Calon Gubernur Jawa Timur,  Saifullah Yusuf (Gus Ipul)  mengingatkan para penyelenggara negara untuk tidak menyalahgunakan jabatannya dalam pemerintahan. Banyaknya pejabat daerah di Jawa Timur yang ditetapkan oleh  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , menurut Gus Ipul, harus menjadi pembelajaran bagi masing-masing pejabat di struktural provinsi hingga kabupaten/kota. Terbaru, KPK baru saja menetapkan Wali Kota  Malang  M Anton dan mantan anggota DPRD Kota  Malang , Ya'qud Ananda Gudban Anton dan Nanda sama-sama calon Wali Kota  Malang . Selain keduanya, KPK juga menetapkan 16 orang lainnya sebagai tersangka. "Tentu kami prihatin dan mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bagi kita semua," tutur Gus Ipul usai acara deklarasi dukungan relawan Jokowi di Surabaya, Kamis (22/3/2018). Gus Ipul mengatakan, pihaknya pernah menyampaikan di berbagai kesempatan bahwa sistem untuk mencegah terjadinya korupsi ini teru...

Hati-hati Minum Jamu ini, Wajah Bengkak Perut Buncit, Peredarannya Tersebar di Jawa Timur

Gambar
SIDOARJO  - Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  Jawa Timur  bersama polisi menggerebek lokasi pabrik  jamu  polos cair di Desa Singopadu, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.  Penggerebekan itu bermula dari banyaknya korban yang mengadu ke  BPOM . Menurut Kepala Seksi Penyidikan  BPOM  Jatim, Siti Amanah, ada beberapa warga yang melapor ke  BPOM  karena wajahnya bengkak setelah minum  jamu  cair tersebut. "Ada beberapa orang melapor ke kami. Ada yang wajahnya bengkak, ada juga yang perutnya buncit setelah minum  jamu  botolan polos," kata Siti Amanah di lokasi pabrik, Kamis (22/3/2018) malam. "Dari situ, kami melakukan penelusuran dan akhirnya menemukan tempat produksinya ini. Kemudian kami datangi bersama petugas dari Polresta Sidoarjo," tambahnya di sela penggerebekan. Di pabrik yang terkesan seperti gudang itu, petugas menemukan 438 jurigen bahan cair untuk pembuatan  jamu ...

Kisah Pilu di Balik Kejadian Pria Tulungagung Bawa 2 Kardus Berisi Uang Mainan untuk Lunasi Kredit

Gambar
TULUNGAGUNG  – Pria  Tulungagung  yang membawa dua kardus  uang  sebesar Rp 4,5 miliar ke Bank Central Asia (BCA) sempat menghebohkan. Pria itu bernama Mujiono. Ternyata Mujiono menjadi korban kebohongan tokoh asal  Blitar  yang dikenalnya bernama Ali Kejadian ini bermula saat Mujiono menjual  rumah  di Desa Sumberejo Kulon senilai Rp 17 miliar. Oleh perantara bernama Suprapto,  rumah  itu ditawarkan ke Ali. Usai datang dan melihat  rumah , Ali sepakat membeli  rumah  dengan harga Rp 15,1 miliar. Harga itu mencakup tanah, bangunan, dan perabot barang antik di dalam  rumah  itu. “Kami sudah membuat perjanjian jual-beli hitam di atas putih,” tutur Mujiono kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (21/3/2018). Awalnya Ali menawarkan memberi  uang  muka. Namun, ayah tiga anak ini menolak tawaran itu Kemudian Mujiono mengajak melakukan pelunasan di  BCA . “Sertifikat tanahnya ka...

Ibunya Jadi Korban Penjambretan, Pria Asal Kota Malang Ini Terima Telepon dari Orang Tak Dikenal

Gambar
KLOJEN  - Siti Sariah (51) menjadi korban penjambretan di sekitar SPBU Sawahan, Kota  Malang , Senin (19/3/2018) pukul 04.00 WIB. Penjambretan ini bermula saat warga Jalan Kaliurang Barat itu berangkat dari rumah menuju Pasar Comboran melewati Jembatan Pelor. Saat tiba di lokasi, korban curiga pada dua orang yang mengikutinya dari belakang Siti tidak mengira dua orang itu merupakan penjambret. “Saat ibu lihat spion, dua orang itu seperti mau menyalip melalui kanan.” “Ternyata, mundur lagi, dan tidak jadi menyalip.” “Tidak lama kemudian, mereka menjabret ibu saya melalui sisi kiri,” ujar Rahmat Fauzi (23), anak Siti kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (20/3/2018). “Karena masih subuh, situasi sekitar lumayan sepi,” tambahnya Jambret menarik tas Siti. Hal itu membuat Siti terjatuh, dan sempat terseret beberapa meter. Setelah itu pelaku langsung melarikan diri. Beruntung Siti tidak mengalami luka parah. “Akhirnya minta tolong ke warga sekitar,” ujarn...
Gambar
Nenek Asal Jember Ini Dilaporkan ke Polisi Karena Diduga Mencuri 3 Pepaya, Kisahnya Berakhir Damai  JEMBER  - Sungguh malang nasib Alma (65). Warga Dusun Krajan, Desa Cangkring, Jenggawah,  Jember  ini dilaporkan ke  polisi  oleh Rosid alias Bawon (50). Nenek yang hidup sebatang kara ini dituduh mencuri tiga pepaya di kebun milik Bawon Dua orang ini sama-sama warga Dusun Krajan, Desa Cangkringan, Kecamatan Jenggawah,  Jember . Bahkan dua orang ini hidup bertetangga. Namun, Bawon mengetahui Alma mencuri pepayanya pada 14 Maret 2018. Tanpa pikir panjang, Bawon langsung melaporkan Alma ke Polsek Jenggawah. Bawon beralasan kehilangan pepaya di kebunnya beberapa kali, dan belum tahu siapa pencurinya. “Setelah memergoki sendiri, saya langsung lapor ke Polsek Jenggawah,” ungkap Bawon kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (21/3/2018). Kanitreskrim Polsek Jenggawah, Aiptu Ahmad Rinto mengatakan berdasar olah TKP dan keterangan para saksi, ...
Gambar
Dua Calon Wali Kota Malang jadi Tersangka KPK, Tim Sukses : Kami Terus Berjuang  KLOJEN  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengumumkan penetapan 19 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi di  Kota Malang .  Pengumuman tersangka ini dilakukan oleh Pimpinan  KPK  Basaria Panjaitan di Jakarta, Rabu (21/3/2018). Yang menjadi catatan adalah dua dari tiga nama calon wali kota Malang yang akan bersaing dalam  Pilkada  kota Malang tahun ini masuk dalam daftar nama tersangka  KPK  itu Moch Anton, petahana, dan Yaqud Ananda Gudban resm ditetapkan sebagai tersangka oleh  KPK . Seperti diketahui Anton sebagai wali kota Malang non aktif tahun ini kembali mencalonkan diri dalam  Pilkada  kota Malang. Sedangkan Nanda, panggilan Yaqud, anggota DPRD  Kota Malang  yang baru saja mundur juga maju sebagai calon Wali  Kota Malang  tahun ini. Keduanya kini jadi tersangka dalam ...