Penculikan Anak Pendeta di Kota Malang, Bocah Perempuan 3 Tahun Diambil Paksa dari Kamar Rumah



SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Choirul Anwar, warga Kelurahan Bakalan Krajan Kecamatan Sukun Kota Malang mencurigai seseorang menjadi dalang penculikan anaknya.
Tetapi ia belum mau mengungkapnya dan menunggu kabar dari kepolisian.
Choirul telah melaporkan kasus penculikan anaknya, Gracella Narwastu Anwar (3) ke Polres Malang Kota, Minggu (11/2/2018).
Polisi telah meminta keterangan dari pembantu rumah Choirul Anwar, atas laporan penculikan terhadap anaknya, Grace.
Choirul sendiri belum diperiksa oleh penyidik, setelah ia melapor ke Polres Malang Kota.
"Saya rencananya dimintai keterangan besok, hari ini saya antar Bu Rianah yang ngemong anak saya," ujar Choirul.
Lelaki yang memiliki usaha bakso dan mie, sekaligus seorang pendeta di sebuah gereja di Kota Malang ini berharap anaknya dalam keadaan baik-baik saja.
Choirul mengaku bisa menduga siapa yang menjadi dalang di balik penculikan anaknya.
Namun dia tidak mau menyebut siapa dia.
Choirul mengaku tak lama setelah mendapat kabar hilangnya sang bocah, ia langsung menelusurinya.

Namun dia tidak menemukan orang yang dicurigainya.
Ia juga belum mendapat kabar dimana keberadaan orang yang dicurigainya.
"Saya hanya berharap anak saya baik-baik saja. Saya juga menunggu kabar dari kepolisian setelah hari ini resmi saya laporkan ke polisi," imbuhnya.
Meskipun curiga dengan dalang penculikan anaknya, pembantu rumah tangga Choirul tidak mengenali para penculik.
Penculik yang datang ke rumahnya adalah dua orang perempuan.
Tetapi kedua perempuan itu tidak merujuk kepada ciri-ciri orang yang dicurigai Choirul.
Penculikan itu terjadi di rumah Choirul di Bakalan Krajan No 2 pukul 09.30 Wib, Sabtu (10/2/2018).
Ketika itu anaknya bersama dua orang pembantu di rumah itu Ny Rianah (53) dan Winardi (62)
Sekitar pukul 09.30 Wib, datang seseorang mengetuk pintu rumah itu.
"Bilangnya nyari bapak. Katanya mau ngelamar kerja karena ada lowongan pekerjaan. Ketika itu bapak tidak ada di rumah, jadi dia pergi," ujar Rianah.

Tamu perempuan itu lantas pergi. Rianah meneruskan pekerjannya mengurusi Grace yang selesai ia mandikan.
Sedangkan Winardi juga meneruskan membersihkan lantai rumah.
Winardi menambahkan, ia mengetahui tamu perempuan itu meninggalkan rumah dan berjalan menjauhi rumah sampai berjarak 35 meter.
Kedua orang pembantu ini tidak curiga.
Mereka sama-sama meneruskan pekerjaan rumah.
Ketika itu pintu depan sedikit terbuka karena Winardi sedang mengepel lantai. Tiba-tiba perempuan yang sebelumnya bertamu, kembali datang.
Kali ini tidak sendiri. Ia bersama satu lagi perempuan.
Satu orang perempuan memakai jilbab, dan satu lagi memakai helm.
Perempuan yang memakai jilbab merupakan perempuan yang kali pertama datang, sedangkan yang memakai helm yang menemani kemudian.
Keduanya menerobos masuk rumah Choirul.

Keduanya langsung mendatangi kamar Grace.
Keduanya menarik Grace.
Grace ketakutan dan berteriak minta tolong sambil berujar 'tolong nek, takut nek'.
Sebutan Nenek merujuk kepada Rianah. Grace memanggil perempuan itu nenek, karena yang ngemong bocah itu sehari-hati.
Rianah sontak kaget tapi berusaha mempertahankan Grace. Rianah berusaha menarik Grace dari cengkeraman penculiknya.
Winardi pun menolong.
"Tetapi saya kalah tenaga meski mereka perempuan. Badannya besar sekali dan mereka kayak orang kalap. Saya didorong sampai jatuh membentur kulkas," imbuh lelaki bertubuh kurus ini.
Salah satu penculik juga mencakar lengan Rianah.
Kedua orang pembantu ini kalah tenaga. Grace dibawa kabur oleh dua orang perempuan itu.
Kedua perempuan itu mengendarai sepeda motor.
Tetapi di tengah perjalanan, masih di sekitaran rumah Choirul, Grace dioper ke sebuah mobil Xenia berwarna putih.
Peristiwa itu dilaporkan ke Choirul. Lelaki itu langsung melacak penculikan anaknya.
Namun, sampai Minggu (11/2/2018) siang, ia belum mendapatkan kabar keberadaan anaknya.

SUMBER : SURYAMALANG.COM

Untuk keamanan rumah anda. Jangan sampai lengah dalam pengawasan, apa lagi pengawasan terhadap anak kita sendiri seperti contoh kasus penculikan anak pada berita ini, dan tentunya tetap waspada terhadap keamanan rumah, tempat usaha, dan barang berharga anda. Pantau terus dengan memasang cctv di ITSAME sekarang juga. Harga terjangkau, bergaransi dengan kualitas OK!!! yuk cek paketnya.
ITSAME menyediakan 5 paket cctv
=> Paket 4 Kamera CCTV One
Rp. 2.750.000,-


=> Paket 4 Kamera Callion
Rp 3.500.000,-


=> Paket 4 Kamera TVT
Rp 4.000.000,-


=> Paket 4 Kamera HIKVISION
Rp 4.500.000,-


=> Paket 4 Kamera SAMSUNG
Rp 14.000.000,-


PAKET TERSEBUT SUDAH MENDAPATKAN :


DVR 4 CHANNEL AHDTURBO 1080
2 KAMERA OUTDOOR INFRA RED
2 KAMERA INDOOR INFRA RED
KABEL COAXIAL + POWER 50 METER
HARDISK SEAGATE 320 GB
JACK BNC + DC + POWER CONNECTOR
INSTALASI + SETTING INTERNET
GARANSI 1 TAHUN (DVR + KAMERA)


Kami juga melayani pemasangan GPS Tracker dengan harga terjangkau.
kepuasan anda kami utamakan !!!

ITSAME Indonesia
Jl. Abdillah, Tirtomoyo
Pakis-Malang
Telp/SMS/Whatsapp 082-234-740-808

Komentar

Postingan populer dari blog ini