Tim KPK Geledah Rumah Dua Cawali Malang, Siapa Target Berikutnya?
KLOJEN - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua rumah pejabat di Kota Malang, Selasa (20/3/2018).
Penggeledahan ini merupakan rangkaian pemeriksaan lanjutan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan Kota Malang Jarot Edy Sulistyono.
Pihak KPK belum memberikan pernyataan resmi kepada awak media terkait kegiatan penyidik di Kota Malang selama Selasa (20/3/2018).
Pantauan SURYAMALANG.COM, kedua rumah milik calon wali kota, yakni M Anton dan Yaqud Ananda Gudban.
Penggeledahan rumah Anton dan Nanda bukan terkait pencalonan mereka di Pilkada KOta Malang 2018.
Penggeledahan itu terkait dugaan Tipikor berupa suap untuk memuluskan pembahasan Perubahan APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2015.
Ketika itu, Anton merupakan Wali Kota Malang. Sedangkan Nanda adalah anggota DPRD Kota Malang yang memiliki dua jabatan struktural di dewan yakni Ketua Fraksi Hanura-PKS, dan Ketua Badan Legislasi (Banleg).
Saat ini Anton non-aktif dari jabatan wali kota karena mencalonkan diri sebagai calon wali kota, sedangkan Nanda mundur dari keanggotaan dewan karena juga mencalonkan diri sebagai calon wali kota.
Penggeledahan KPK diawali dari rumah Anton di Jl Tlogo Indah No 16 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru. Penyidik KPK didampingi personel POlres Malang Kota mengendarai tiga mobil tiba di rumah itu sekitar pukul 13.00 Wib.
Anton tidak berada di rumah ketika penyidik menggeledah. Anton disebut sedang ke dokter karena sakit. Karena sakit itu pula, menurut seorang relawan pemenangan, Anton tidak menggelar kampanye, Selasa (20/3/2018).
"Sakit, ke dokter, jadi tidak kampanye," ujar relawan berambut gondrong itu saat ditemui Surya di depan rumah Anton.
Wartawan menunggu penggeledahan dari luar pagar. Di area pelataran dalam, terlihat beberapa orang tim sukses pasangan Anton - Syamsul Mahmud. Mereka dikumpulkan di satu tempat.
Hanya keluarga, anggota kepolisian, dan Ketua RW 01 Kelurahan Tlogomas Aziz Maulana yang menyaksikan penggeledahan itu. Menurut Aziz, ada beberapa ruangan yang digeledah KPK, antara lain kamar pribadi Anton, ruang kerja, juga kamar anak-anak Anton
"Tadi yang menyaksikan saya, anak dan menantu Abah (panggilan akrab Anton), dan anggota polisi. Kalau yang bersangkutan (Anton) tidak ada di rumah," ujar Aziz.
Aziz menyaksikan satu jam terakhir penggeledahan. Dia juga diminta menandatangani berita acara. Menurutnya, tidak ada barang ataupun dokumen yang dibawa penyidik. Ketika ditanya, apakah Aziz melihat surat tugas yang dibawa penyidik KPK, Aziz mengaku melihatnya.
"Ya saya melihat dan membacanya. Dalam surat itu mencari sesuatu yang berhubungan dengan tindak kejahatan yang disangkakan kepada yang bersangkutan, ya nama itu," ujar Aziz. Aziz beberapa kali menyebut nama yang bersangkutan. Ketika ditanya apakah yang dimaksud Anton, Aziz mengiyakan.
Ia kembali memastikan tidak ada barang apapun yang dibawa dari tempat tinggal Anton dan keluarganya itu. Penggeledahan ini merupakan penggeledahan kedua oleh penyidik KPK.
Lebih lanjut Aziz berharap, supaya penyidik KPK memberitahu pihak RT/RW ketika akan menggeledah rumah warga setempat.
"Tidak pernah ada pemberitahuan. Hari ini kami tahunya ditelepon, setelah mereka ada di sini. Saya ditelepon untuk diminta kesini. Kami harapkan ada pemberitahuan terlebih dahulu, apalagi yang digeledah ini kan rumah tokoh. Nanti kalau ada warga yang tidak terima karena ada warga yang diberlakukan semena-mena," imbuh Aziz.
Sekitar pukul 15.00 Wib, penyidik KPK meninggalkan rumah itu. 10 menit setelah penyidik anti rasuah pergi, Anton dan istrinya, Dewi Farida datang. Keduanya yang memakai baju berwarna kuning tidak mau berkomentar kepada wartawan. Anton hanya berujar pendek 'sik, sik ya', sambil berlalu meninggalkan wartawan.
Hingga pukul 16.30 Wib, Anton tetap tidak mau menemui wartawan. Surya dan beberapa awak media lain berusaha menghubungi anggota tim pemenangan maupun relawan, supaya menyampaikan pesan kepada Anton.
Wartawan meminta waktu untuk bertemu Anton, dan memberikan ruang kepada Anton untuk memberikan pernyataan. Namun permintaan ini tidak digubris.
Salah satu anggota tim sukses, Dimyati mengatakan kalau Anton sedang istirahat.
Setelah dari rumah Anton, tim yang sama mendatangi rumah Nanda di Jl Besar Ijen No 73 Kota Malang. Hal ini terlihat dari kesamaan nomor mobil yang bertandang ke rumah Anton dengan yang berkunjung ke rumah Nanda. Sekitar pukul 16.30 Wib, penyidik meninggalkan rumah itu.
Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah belum menjawab konfirmasi yang disampaikan Surya.
Diberitakan sebelumnya, KPK kembali mendatangi Kota Malang sejak Senin (19/3/2018). Penyidik lembaga anti rasuah ini memeriksa 15 orang saksi di Polres Malang Kota. Saksi diperiksa terkait lanjutan kasus yang menjerat Arief dan Jarot. Salah satu saksi, yakni anggota DPRD Kota Malang, Harun Prasojo mengatakan dirinya diperiksa sebagai saksi untuk enam orang tersangka.
Dari surat panggilan yang ditujukan kepada Harun, tertulis ia dipanggil sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan Tipikor yang diduga dilakukan tersangka Suprapto, Sahrawi, Mohan Katelu, Salamet, HM Zainuddin, Wiwik Hendri Astuti yang masing-masing selaku anggota DPRD Kota Malang periode 2014 - 2019 dan kawan-kawan, yaitu menerima hadiah atau janji terkait pembahasan APBD-P Kota Malang tahun anggaran 2015 dari H Moch Antonselaku Wali Kota Malang periode tahun 2013 - 2018. Surat itu ditandatangani oleh Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman tertanggal 16 Maret 2018.
SUMBER : SURYAMALANG.COM
pasang cctv sekarang juga di ITS@ME indonesia, dapatkan harga murah, kualitas OK dan BERGARANSI !!! yuk mari cek paketnya :
ITSAME menyediakan 5 paket cctv
=>Paket 4 Kamera CCTV One
Rp. 2.750.000,-
=>Paket 4 Kamera Callion
Rp 3.500.000,-
=>Paket 4 Kamera TVT
Rp 4.000.000,-
=>Paket 4 Kamera HIKVISION
Rp 4.500.000,-
=>Paket 4 Kamera SAMSUNG
Rp 14.000.000,-
PAKET TERSEBUT SUDAH MENDAPATKAN :
DVR 4 CHANNEL AHDTURBO 1080
2 KAMERA OUTDOOR INFRA RED
2 KAMERA INDOOR INFRA RED
KABEL COAXIAL + POWER 50 METER
HARDISK SEAGATE 320 GB
JACK BNC + DC + POWER CONNECTOR
INSTALASI + SETTING INTERNET
GARANSI 1 TAHUN (DVR + KAMERA)
Rp. 2.750.000,-
=>Paket 4 Kamera Callion
Rp 3.500.000,-
=>Paket 4 Kamera TVT
Rp 4.000.000,-
=>Paket 4 Kamera HIKVISION
Rp 4.500.000,-
=>Paket 4 Kamera SAMSUNG
Rp 14.000.000,-
PAKET TERSEBUT SUDAH MENDAPATKAN :
DVR 4 CHANNEL AHDTURBO 1080
2 KAMERA OUTDOOR INFRA RED
2 KAMERA INDOOR INFRA RED
KABEL COAXIAL + POWER 50 METER
HARDISK SEAGATE 320 GB
JACK BNC + DC + POWER CONNECTOR
INSTALASI + SETTING INTERNET
GARANSI 1 TAHUN (DVR + KAMERA)
Kami juga melayani pemasangan GPS Tracker dengan harga terjangkau.
KEPUASAN ANDA KAMI UTAMAKAN .


Komentar
Posting Komentar