Suara Kaum Perempuan Kota Malang untuk Semua Calon Wali Kota
KLOJEN - Dunia memperingati Hari Perempuan Internasional setiap 8 Maret. Pemerintah Indonesia juga bersepakat memperingati 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meresmikan 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional pada tahun 1977. Tujuan diresmikannya hari itu untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.
Memperingati Hari Perempuan Internasional 2018, SURYAMALANG.COM menampilkan tulisan tentang perempuan dan politik mengingat tahun ini disebut sebagai tahun politik.
Indonesia menggelar serentak Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur juga Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, serta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Memilih dan dipilih merupakan hak bagi semua warga negara, termasuk perempuan. Jamak diketahui, kalau perempuan merupakan kelompok pemilih terbesar, termasuk di Kota Malang.
Berdasarkan data dari KPU Kota Malang, kelompok perempuan pemilih ini lebih besar jumlahnya dibandingkan perempuan.
Karena jumlahnya yang lebih besar inilah, Maryam Jameela seorang aktivis perempuan di Kota Malang menyebut, perempuan masih dijadikan komoditas politik semata.
"Saya rasa masih seperti itu (penyumbang suara), sebatas komoditas politik. Juga masih wacana. Paslon pasti memiliki tawaran-tawaran bagus saat berkampanye, tetapi ketika terpilih kita tidak tahu implementasinya seperti apa," ujar Mila, panggilan akrabnya.
Paslon, kata Mila, seharusnya memberlakukan pemilih dari kalangan perempuan ini berbeda dengan laki-laki. Sebab perempuan memiliki kebutuhan berbeda.
"Para calon harus paham kebutuhan perempuan sehingga kebijakan mereka benar-benar berpihak kepada perempuan. Karena laki-laki dan perempuan berbeda, sehingga kebutuhannya berbeda. Seperti contoh, perempuan di Kota Malang masih membutuhkan ruang aman. Sudahkah pemerintah menyediakan itu," tegas Mila.
Lalu apakah kebutuhan dan harapan dari para perempuan di Kota Malang yang harus diperhatikan para calon kepala daerah. Tidak hanya diperhatikan, tetapi juga diimplementasikan kepada mereka nanti terpilih.
Surya berbincang dengan sejumlah perempuan di Kota Malang, Rabu (7/3/2018). Kebutuhan akan pendidikan murah dan mudah menjadi tuntutan yang paling banyak diserukan oleh mereka.
Nurul Qomariyah (44) seorang pedagang buah asal Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, misalnya.
"Pendidikan gratis, terutama yang SMA. Kalau bisa digratiskan karena selama ini masih membayar," ujar Nurul. Ia menambahkan juga keinginan pedagang Madyopuro untuk bisa berjualan secara nyaman di seputaran Terminal Madyopuro.
"Kami ingin berjualan secara nyaman. Kami harapkan pemerintah menyediakan tempat berjualan untuk pedagang di sekitar Terminal Madyopuro, jangan hanya boleh berjualan di Hari Minggu saja," tegasnya.
Sedangkan Nur Hasanah (33) asal Kelurahan Kiduldalem Kecamatan Klojen menginginkan pendidikan murah dan mudah. "Jangan dipersulit saat masuk sekolah. Juga pendidikan gratis terutama SMA. Selain itu, kami juga selalu mengharapkan harga kebutuhan pokok bisa murah, jangan naik terus," lanjutnya.
Sementara itu, Jesika Abdullah dari Kelurahan Kauman Kecamatan Klojen mengharapkan layanan kesehatan yang ramah, terutama bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Yang kami rasakan itu, kalau layanan untuk BPJS kok rasanya lama dan mesti belakangan. Padahal kan kami juga bayar, sama dengan mereka yang tidak memakai BPJS. Layanan tidak nyaman ini kami rasakan ketika mengantar ayah kontrol ke rumah sakit," tegasnya.
Ika Rahmawati dari Kelurahan Kiduldalem menambahkan, dari sisi layanan dasar seperti air bersih dan kesehatan, sejauh ini tidak ada keluhan. Namun perihal pendidikan, tegasnya, harus diperhatikan oleh calon kepala daerah Kota Malang. "Pendidikan seharusnya gratis terutama SMA. Sedangkan untuk jenjang di bawahnya, yang sudah gratis kami mohon tidak dipersulit," tegasnya.
Mereka berharap suara mereka ini diperhatikan oleh para calon kepala daerah. "Bukan hanya diminta untuk memilih saja, tetapi harapan kami juga harusnya diperhatikan dan dilaksanakan," imbuh Ika.
SUMBER : SURYAMALANG.COM
”JANGAN GOLPUT, GUNAKAN HAK PILIHMU !!!”.
gunakan Hak suara dengan baik dan benar !!!
keamanan dalam pilkada sangat dibutuhkan agar tidak terjadi kegaduhan. Namun keamanan dan keselamatan diri anda pun juga sangat dibutuhkan. jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika anda akan menggunakan hak pilih anda.
utamakan keselamatan diri anda juga keamanan rumah, tempat usaha dan barang berharga anda. segera pasang cctv di ITS@ME sekarang juga. Juga bisa untuk memantau jalannya pilkada 2018 agar tidak terjadi kecurangan dalam pilkada 2018.
mari cek paket yang kami sediakan dibawah ini :
=> Paket 4 Kamera CCTV One
Rp. 2.750.000,-
=> Paket 4 Kamera Callion
Rp 3.500.000,-
=> Paket 4 Kamera TVT
Rp 4.000.000,-
=> Paket 4 Kamera HIKVISION
Rp 4.500.000,-
=> Paket 4 Kamera SAMSUNG
Rp 14.000.000,-
PAKET TERSEBUT SUDAH MENDAPATKAN :
DVR 4 CHANNEL AHDTURBO 1080
2 KAMERA OUTDOOR INFRA RED
2 KAMERA INDOOR INFRA RED
KABEL COAXIAL + POWER 50 METER
HARDISK SEAGATE 320 GB
JACK BNC + DC + POWER CONNECTOR
INSTALASI + SETTING INTERNET
GARANSI 1 TAHUN (DVR + KAMERA)
Rp. 2.750.000,-
=> Paket 4 Kamera Callion
Rp 3.500.000,-
=> Paket 4 Kamera TVT
Rp 4.000.000,-
=> Paket 4 Kamera HIKVISION
Rp 4.500.000,-
=> Paket 4 Kamera SAMSUNG
Rp 14.000.000,-
PAKET TERSEBUT SUDAH MENDAPATKAN :
DVR 4 CHANNEL AHDTURBO 1080
2 KAMERA OUTDOOR INFRA RED
2 KAMERA INDOOR INFRA RED
KABEL COAXIAL + POWER 50 METER
HARDISK SEAGATE 320 GB
JACK BNC + DC + POWER CONNECTOR
INSTALASI + SETTING INTERNET
GARANSI 1 TAHUN (DVR + KAMERA)
Kami juga melayani pemasangan GPS Tracker dengan harga terjangkau.
kepuasan anda kami utamakan !!!
ITSAME Indonesia
Jl. Abdillah, Tirtomoyo
Pakis-Malang
Telp/SMS/Whatsapp 082-234-740-808

Komentar
Posting Komentar