Terbelit Utang Rp 50 Juta, Bujang 34 Tahun Asal Trenggalek Ini Merampok Tetangganya



TRENGGALEK – Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil menangkap perampok yang mengikat dan merampas kartu ATM milik Sukarmi, warga Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, Trenggalek.
Tersangka adalah  Zainul Alfianto (34) yang tinggal tidak jauh dari rumah korban.
Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S mengatakan Zainul masuk ke rumah Sukarmi pada Rabu (3/10/2018) sekitar pukul 23.30 WIB.

Zainul yang mengenakan penutup wajah mengancam perempuan nahas ini menggunakan pisau.
Di bawah todongan senjata tajam, Sukarmi diminta menyerahkan barang berharga miliknya.
“Kemudian kaki dan tangan korban diikat menggunakan rafia serta meteran baju.

“Lalu tersangka mengambil paksa dompet milik korban,” terang Didit kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (4/10/2018).
Zainul mengambil uang Rp 100.000 di dalam dompet dan  kartu ATM milik Sukarmi.
Zainul juga memaksa Sukarmi untuk menyebutkan nomor PIN kartu ATM tersebut


Awalnya Sukarmi sempat menolak. Namun, Zainul mengancam akan membunuh Sukarmi.

Dalam keadaan ketakutan, Sukarmi menyebutkan nomor PIN kartu ATM miliknya.
Setelah mendapat PIN, Zainul melakban mulut Sukarmi. Lalu Zainul melarikan diri.


Sekitar 10 menit setelah kepergian Zainul, ada warga yang mendengar suara Sukarmi.

“Kemudian korban ditolong warga yang kebetulan mendengar suaranya.”
“Setelah seluruh ikatan dilepas, korban lapor ke Polsek Tugu,” tambah Didit.

Kemudian anggota Polsek Tugu dan Satreskrim Polres Trenggalek melakukan olah TKP di rumah Sukarmi.
Berbekal petunjuk di lokasi, polisi mengidentifikasi pelaku perampokan tersebut.
Polisi menangkap Zainul di rumahnya pada siang kemarin.
Polisi juga menemukan kartu ATM milik Sukarmi.


Awalnya saldo di dalam ATM itu sebesar Rp 10 juta. Zainul sudah mengambil uang dari ATM tersebut sebanyak Rp 9,6 juta.

Saat menangkap Zainul, polisi menyita uang Rp 7,3 juta yang belum dibelanjakan.
“Kami menjerat tersangka dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,” tegas Didit.


Sementara itu, Zainul mengaku berbelit utang sebesar Rp 50 juta.

Bujang yang bekerja sebagai kondektur ini mengaku kepepet, karena harus membayar utang.
“Utang saya banyak. Saya kepepet untuk bayar utang,” ujar Zainul.
Zainul mengaku menentukan korbannya secara acak.

Sebelum beraksi, Zainul tidak tahu Sukarmi punya uang atau tidak.
Sebelum beraksi Zainul telah mempersiapkan pisau dan peralatan untuk mengikat korban.
Zainul yang sudah paham kondisi rumah korban, masuk dengan cara melompat pagar sisi timur dan membuka jendela rumah korban.
“Saya bawa semua alat itu dari rumah,” ucapnya

SUMBER : SURYAMALANG.COM

lengkapi rumah, tempat usaha, tempat ibadah dan barang-barang berharga anda dengan alat pemantau CCTV 
WASPADALAH !!! kejahatan bisa terjadi dimana-mana
SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN !!!
pasang di ITSAME sekarang juga, dapatkan paket menarik sesuai dengan kebutuhan anda

Paket Super

PRICE Rp 5.000.000,-
PeralatanKeteranganJumlah
Media SimpanDVR SCH 4CH 1080P FULL HD1pcs
KameraOutdoor/Indoor 3mp 1080p HD4pcs
HardiskHDD SEAGATE 2000GB1pcs
kabelCoaxial+power grade AFREE
Adaptor1A12VSPC4pcs
ConecctorBNC+JACK DC12pcs
Kabel duckpembungkus kabelFREE
GaransiDVR,HDD,KAMERA1Tahun
Instalasi4 titikyes
Versi s/d 17 desember 2018.

Contact Us

No
Nama
Keterangan
01websitewww.itsameindonesia.com
02Npwp853466381652000
03facebookitsame ctv
04Nomor watsapps082234740808
05instagramitsameindonesia
06alamatjalan wendit utara no.17 mangliawan malang
07E-mailitsameindonesia@gmail.com
08Telp(0341)3053638

Komentar

Postingan populer dari blog ini