Pemkab Malang Turunkan Tim Khusus Dampingi Korban
Pencabulan Guru Agama
MALANGTIMES -
Kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum kepala sekolah yang juga guru
agama di Kecamatan Wagir membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang geram.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang
juga merespons dengan pendampingan khusus bagi enam anak yang menjadi korban
perilaku amoral tersebut.
Kepala DP3A Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki
mengungkapkan pihaknya mendorong kepolisian untuk menuntaskan kasus
tersebut.
"Kalau sudah terjadi seperti ini, pelaku harus diproses hukum. Karena
undang-undang perlindungan anak sudah jelas untuk pelaku. Untuk korbannya,
jelas kami jangkau," ujar Panca, sapaan akrabnya.
Untuk membantu penyidikan, pertama-tama pihaknya akan melakukan visum et
repertum berdasarkan pengantar dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak
(UPPA).
"Kedua, apabila anak itu traumatik, kami lakukan trauma healing,"
tegasnya. Biasanya, lanjut Panca, sebelum ada proses Berkas Acara Pemeriksaan
(BAP), UPPA bekerja sama dengan DP3A untuk pemeriksaan awal psikologis.
Terutama untuk melihat tingkat trauma para korban. Apakah korban-korban
tersebut sudah siap untuk memberikan kesaksian.
"Kami harus melihat kondisi anak dulu, traumanya seberapa.
Memungkinkah dia diberi pertanyaan," ujarnya. Panca sendiri mengaku baru
mengetahui kejadian tersebut Rabu (16/11/2017) malam setelah marak diberitakan.
"Kami langsung minta teman P2TP2A untuk menjangkau korban. Untuk
pendampingan seluruh proses termasuk proses hukum pelengkapan BAP berkasnya
diteruskan hingga P21 tetap kami kawal hingga persidangan juga," tegasnya.
Sebab, kondisi psikologis anak nantinya bukan hanya terimbas perlakuan
buruk yang mereka terima sebelumnya. tetapi perlu penguatan sepanjang
penanganan kasus di kepolisian.
Panca juga telah melakukan koordinasi dengan beberapa organisasi perangkat
daerah (OPD) terkait, misalnya dinas sosial.
"Anak-anak korban kekerasan itu juga kami lakukan rehabilitasi dengan
dinas sosial dan dikembalikan ke orang tua," terangnya. Pihaknya juga akan
memberi pemahaman terhadap keluarga korban agar lebih proaktif, memperhatikan
kondisi anak.
Mengenai kasus-kasus kekerasan terhadap anak lain di Kabupaten Malang,
menurut Panca cukup banyak terjadi sepanjang 2017 ini. Namun dia menyampaikan
belum mengantongi akumulasi kasus tersebut.
"Yang tengah kami tangani banyak, misalnya untuk kasus perebutan anak
ada sekitar 15 kasus. Sementara untuk kasus kekerasan ada juga yang sedang
berproses. Misalnya, kasus di Donomulyo yang melibatkan anak korban pencabulan
bapak tirinya," tegasnya.
Panca menekankan bahwa peran orang tua untuk mengetahui kondisi anak sangat
penting. Bukan hanya di rumah, melainkan juga di lingkungan sekolah.
Terlebih, hampir sepertiga waktu anak dihabiskan di sekolah.
"Seperti kasus yang telah terjadi ini, kami tidak bisa memungkiri
bahwa kami tidak bisa membendung. Memang tetap upaya terbaik adalah
pencegahan," ujarnya.
Tindakan pencegahan itu di antaranya membentuk forum yang melibatkan
seluruh stake holder. Karena, kasus kekerasan pada anak itu tidak terjadi jauh
dari lingkungannya.
Baik lingkungan sekolah, rumah tangga, juga lingkungan bermain. Kasus-kasus
itu juga umunya dilakukan orang terdekat, bisa orang tua, keluarga, teman,
termasuk guru, tukang ojek, tukang kebun.
"Di Wagir ini kan dilakukan seorang pendidik, guru agama. mereka
setiap hari dekat dengan orang itu. Anak padahal tidak punya pemikiran kalau
guruku akan berbuat tidak senonoh, anak tidak berpikir karena dunianya
realistis, apa yang terjadi dia ikuti," sesalnya.
Panca menerangkan, anak-anak tidak punya pemikiran negatif tetapi harus
diajak selalu waspada. "Ini pentingnya orang tua bekali anak, jangan mudah
diberi permen, pulsa, dirayu, disanjung. Anak harus secara dini diberi
pengetahuan-pengetahuan itu," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, MLH (52), seorang guru asal Sidodadi, Desa
Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Malang, Jawa Timur, diamankan polisi, Rabu
(15/11/2017). Penyebabnya, pria ini diduga melakukan pencabulan terhadap enam
anak di bawah umur. Kasusnya kini ditangani Unit PPA Polres Malang.
Tindakan kriminal seperti pencabulan yang terjadi di sekolah dapat menyebabkan para siswa merasa tidak aman, merasa terancam, bahkan mungkin bisa menyebabkan trauma terutama bagi para siswa perempuan. Maka dari itu sangat diperlukan tindakan pencegahan serta pengawasan di sekolah-sekolah agar tidak terjadi tindakan yang tidak diinginkan apalagi mengenai para siswa yang masih dibawah umur. Salah satu contoh tindakan peningkatan pengawasan adalah bisa memasang cctv di setiap sudut sekolah agar semua kegiatan di sekolah dapat diawasi dan diidentifikasi.
Kami dari ITS@ME menawarkan harga paket cctv dengan harga yang paling murah se-kota Malang.
Ini dia paket-paket yang kami tawarkan :
PAKET 4 KAMERA Rp. 4.000.000,-
Dvr 4 channel
2 kamera indoor
2 kamera outdoor
HD 250 GB
Free setting Internet
Free Instalasi
Free Kabel Power 50 M
Free Kabel Coaxial 50 M
Free BNC, adaptor, kabel dak
PAKET 8 KAMERA Rp. 7.500.000,-
Dvr 8 channel
4 kamera indoor
4 kamera outdoor
HD 320 Gb
Free setting Internet
Free Instalasi
Free Kabel Power 100 M
Free Kabel Coaxial 100 M
Free BNC, Adaptor, kabel dak
PAKET 16 KAMERA Rp. 13.000.000,-
Dvr 16 channel
8 kamera indoor
8 kamera outdoor
HD 500 GB
Free setting Internet
Free Instalasi
Free Kabel Power 100 M
Free Kabel Coaxial 100 M
Free BNC, Adaptor, kabel dak
Jangan lupa dapatkan juga garansi 1 tahun dan hadiah hp android GRATIIISSSS !!!!!
Jangan lupa dapatkan juga garansi 1 tahun dan hadiah hp android GRATIIISSSS !!!!!
Dimana Ada Harga Yang Lebih Murah Daripada Kami ?????
jika anda berkenan silahkan hubungi :
Wa : 083834121613
ig : @ItsameIndonesia
Fb : Itsame cctv
ig : @ItsameIndonesia
Fb : Itsame cctv
head office :
Jl. Abdillah Mangliawan, Malang Jawa timur - 65154

Komentar
Posting Komentar